PENINGKATAN AKSEPTOR METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) MELALUI SISTEM DIGITALISASI KONSELING DAN EDUKASI KELUARGA BERENCANA (SIGADE KB) DI KABUPATEN BANYUASIN.

Jurnal Ilmiah RJ Online news.com – Saya Emalia, SKM, M.Si, Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyuasin.

Sebagai Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan IV BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2025 akan menyampaikan Laporan Implementasi Aksi Perubahan saya yang berjudul : PENINGKATAN AKSEPTOR METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) MELALUI SISTEM DIGITALISASI KONSELING DAN EDUKASI KELUARGA BERENCANA (SIGADE KB) DI KABUPATEN BANYUASIN.

Pembangunan keluarga merupakan fondasi utama dalam upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan keluarga dan pengendalian laju pertumbuhan penduduk. Kabupaten Banyuasin adalah daerah dengan jumlah penduduk besar dan memiliki beragam tantangan pembangunan. Salah satu masalah yang kita hadapi adalah rendahnya penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Masih banyak pasangan usia subur ragu memilih MKJP karena kurang informasi, adanya mitos, serta akses layanan yang terbatas. Sehingga berdampak pada angka putus pakai kontrasepsi yang tinggi, muncul kondisi “4 Terlalu” – terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering melahirkan, terlalu banyak anak – yang akhirnya berisiko pada kejadian stunting, keluarga tidak sejahtera, bahkan meningkatnya angka kemiskinan.
Melihat kondisi ini, maka dibangun terobosan inovasi yaitu “Peningkatan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) melalui Sistem Digitalisasi Konseling dan Edukasi Keluarga Berencana atau SIGADE KB”, untuk menghadirkan layanan konseling yang lebih cepat, mudah, murah, dan rahasia, melalui WhatsApp, Media Sosial, Radio Pemerintah, hingga Pojok MKJP di Posyandu, masyarakat dapat memperoleh edukasi KB yang cepat, mudah, murah, dan rahasia.

Inovasi ini bukan hanya solusi teknologi, tetapi juga wujud nyata komitmen kami untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.

Dalam perjalanan implementasi aksi perubahan ini, terdapat 9 tahapan milestone yang dilaksanakan secara bertahap, penuh semangat, dan gotong royong yaitu :
Milestone 1 – Dukungan Stakeholder Internal & Eksternal (±1 menit)
“Langkah pertama dalam implementasi aksi perubahan ini adalah memperoleh dukungan penuh dari stakeholder internal dan eksternal. Dimulai dengan melaporkan rencana inovasi kepada Kepala Dinas sebagai mentor, lalu menjalin komunikasi dengan pemangku kepentingan seperti Bupati, TP PKK, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Diskominfo, Dinas Kesehatan, hingga organisasi profesi. Dukungan ini menjadi pondasi utama sebab perubahan tidak akan berjalan tanpa kolaborasi lintas sektor.”

Milestone 2 – Pembentukan Tim Efektif
Pembentukan tim efektif ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Dinas P2PAP2KB Kabupaten Banyuasin Nomor 800/1/KPTS/DP2PAP2KB/2025 tanggal 19 Agustus 2025. Melalui rapat bersama, disusun tugas, tanggung jawab, dan jadwal kerja. Dengan tim inilah seluruh tahapan aksi perubahan bisa berjalan sistematis.”

Milestone 3 – Menyusun Menu E-Konseling via WhatsApp (±1 menit)
“Pada tahap ketiga, kami menyediakan layanan e-konseling KB berbasis WhatsApp. Pengembangan layanan e-konseling KB diawali dengan tahap uji coba untuk memastikan bahwa sistem berjalan sesuai tujuan, dapat diterima masyarakat, dan memiliki dampak nyata. Uji coba dilakukan di 5 kecamatan, dan hasilnya sangat positif. Inovasi ini bukan hanya efisien, tapi juga memberi ruang privasi yang lebih aman bagi masyarakat.”

Milestone 4 – Video Edukasi MKJP (±1 menit)
Terdapat 21 video berhasil dibuat dan diunggah di media sosial resmi Dinas P2PAP2KB Kabupaten Banyuasin yang dibuat oleh penyuluh KB di setiap kecamatan. Konten dibuat sederhana, menggunakan bahasa lokal, dan terbukti menarik perhatian masyarakat, dengan tayangan yang cukup banyak dalam beberapa minggu.

Milestone 5 – Update Status Serentak (±1 menit)
Setiap Rabu, ratusan penyuluh, kader, dan staf Dinas serentak mengunggah konten edukasi KB di WhatsApp, Instagram, dan Facebook. Strategi ini terbukti efektif, menjangkau lebih dari 10 ribu orang, konsep update status serentak memiliki efek viral, ketika ratusan penyuluh dan kader secara bersamaan menayangkan konten edukasi KB di status/gambar profil mereka, maka pesan tersebut secara simultan akan muncul di layar ribuan pengguna yang terhubung sebagai kontak atau pengikut. Dengan demikian, informasi tentang MKJP dapat menyebar secara cepat, masif, dan berbiaya sangat rendah.

Milestone 6 – Perjanjian Kerja Sama dengan Diskominfo (±1 menit)
“Untuk memperkuat dukungan teknologi dan publikasi, kami menjalin Perjanjian Kerja Sama dengan Dinas Kominfo. Melalui kerja sama ini, SIGADE KB mendapat dukungan penuh dalam pengelolaan media digital, penyiaran, hingga keamanan data. Inilah bukti bahwa inovasi kami terintegrasi dengan kekuatan lintas sektor.”

Milestone 7 – Podcast Edukasi KB di Radio Banyuasin (±1 menit)
Media radio dipilih karena masih sangat efektif, khususnya di pedesaan. Dengan cara ini, pesan tentang MKJP menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang belum terhubung dengan internet.”

Milestone 8 – Kelompok Ayah Peduli KB (±1 menit)
Kegiatan ini mengajak para suami lebih aktif dalam mendukung keputusan ber-KB. Dengan adanya kelompok ini, diskusi dan edukasi tentang MKJP menjadi lebih inklusif, karena keterlibatan pria adalah kunci keberhasilan program KB.”

Milestone 9 – Pojok MKJP di Posyandu ILP (±1 menit)
Pojok MKJP memudahkan masyarakat mendapatkan layanan informasi dan konseling MKJP langsung di posyandu maupun di kelompok Bina Keluarga Balita. Dengan demikian, edukasi KB menjadi satu paket dalam layanan kesehatan primer yang dekat dengan masyarakat.”
Diseminasi dan publikasi merupakan bagian penting dalam memastikan bahwa inovasi aksi perubahan SIGADE KB (Sistem Digitalisasi Konseling dan Edukasi KB) dapat diketahui, dipahami, dan diadopsi oleh berbagai pihak.
Diseminasi dan publikasi merupakan bagian penting dalam memastikan bahwa inovasi aksi perubahan SIGADE KB (Sistem Digitalisasi Konseling dan Edukasi KB) dapat diketahui, dipahami, dan diadopsi oleh berbagai pihak.

Implementasi aksi perubahan ini telah memberikan pengalaman, pembelajaran, serta manfaat yang signifikan terhadap peningkatan kinerja organisasi Dinas P2PAP2KB Kabupaten Banyuasin, selain manfaat berupa efisiensi anggaran dan efektivitas pencapaian target akseptor MKJP, terdapat pula manfaat strategis lain yang memperkuat profil kinerja organisasi secara keseluruhan, bagi masyarakat, maupun stakeholder lintas sektor sehingga inovasi ini perlu dipastikan masuk ke dalam dokumen perencanaan resmi, seperti Renstra OPD, Renja tahunan, dan SKP aparatur. Dengan demikian, SIGADE KB akan menjadi program yang melekat pada kinerja organisasi.
Demikian Laporan Implementasi Aksi Perubahan Saya, semoga dapat bermanfaat bagi keluarga Indonesia.

“Hidup Berencana Itu Keren”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *