RJOnline News. Com. Banyuasin Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Banyuasin menggelar Dialog Kebangsaan Awal Tahun 2026 dengan mengusung tema “Pemuda Hari Ini adalah Pemimpin Masa Depan”. Kegiatan ini berlangsung di ruang terbuka Inti Cafe, Jalan Merdeka, Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Rabu (28/1/2026).
Dialog kebangsaan tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan sekaligus refleksi bersama mengenai peran dan posisi strategis pemuda dalam pembangunan daerah, termasuk pentingnya ketersediaan ruang kreatif yang mendukung pengembangan kapasitas generasi muda.
Kegiatan ini dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian Setda Kabupaten Banyuasin Ir. Alfian, M.M., Staf Tenaga Ahli Bupati Bidang Kepemudaan Yudi Yansyah M. Dagar, Kasat Intelkam Polres Banyuasin AKP Novidilhan, Plt. Kepala Disporapar Kabupaten Banyuasin Sirajudin, S.Sos., M.Si., Camat Banyuasin III Santo, S.Sos., M.Si., serta perwakilan organisasi kepemudaan, mahasiswa, aktivis, ormas, dan NGO.
Ketua DPD PGK Banyuasin, Panji Al-Fatih, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemuda perlu ditempatkan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar pelengkap dalam agenda seremonial. Menurutnya, pelibatan pemuda secara bermakna akan berkontribusi pada lahirnya kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Ruang kreatif memiliki peran penting sebagai sarana pembentukan karakter, kepemimpinan, dan inovasi. Melalui ruang tersebut, pemuda dapat tumbuh dan berproses secara konstruktif,” ujar Panji.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari capaian fisik, melainkan juga dari kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, investasi terhadap pengembangan potensi pemuda dinilai sebagai kebutuhan strategis jangka panjang.
Sementara itu, Asisten II Setda Kabupaten Banyuasin Ir. Alfian, M.M., mengapresiasi pelaksanaan dialog kebangsaan yang dinilai sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap masukan dan pandangan konstruktif dari kalangan pemuda, serta mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan program kepemudaan yang berkelanjutan.
“Pemuda memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Pemerintah daerah berharap gagasan yang disampaikan dalam forum ini dapat menjadi bagian dari proses perencanaan dan pengembangan kebijakan ke depan,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, aktivis pemuda Masalim atau yang dikenal dengan sapaan Salim Owner, menilai dialog kebangsaan ini sebagai ruang strategis untuk memperkuat kesadaran kebangsaan dan partisipasi generasi muda.
Menurutnya, tema yang diangkat relevan dengan tantangan saat ini, di mana pemuda diharapkan tidak hanya aktif di ruang digital, tetapi juga berkontribusi secara nyata dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Dialog Kebangsaan Awal Tahun 2026 ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara pemuda dan pemerintah daerah. DPD PGK Banyuasin menyatakan komitmennya untuk terus mendorong dan mengawal aspirasi pemuda agar dapat diakomodasi dalam kebijakan yang berpihak pada masa depan generasi muda Banyuasin.
Laporan. Toto

