SMAN 1 Banyuasin III Sabet Juara 1 Lomba ESAI TINGKAT Sumsel dI EUFORIA 2026 UNSRI

BANYUASIN RJ Online news.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMAN 1 Banyuasin III. Tim riset muda yang tergabung dalam Smansa Bunda Riset berhasil meraih Juara 1 Lomba Esai Tingkat Provinsi Sumatera Selatan, dalam ajang EUFORIA 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HIMASOS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sriwijaya (UNSRI), yang berlangsung pada 29-31 Oktober 2026 di Kampus UNSRI Indralaya.

Kegiatan bergengsi yang mengusung tema besar kepedulian sosial dan pembangunan berkelanjutan ini diikuti oleh puluhan sekolah terbaik dari 17 Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan. Setelah melalui seleksi naskah yang ketat, hanya enam sekolah yang berhasil melaju ke babak Grandfinal untuk memperebutkan gelar juara.

Keenam finalis tersebut adalah tim-tim tangguh dari sekolah unggulan di Sumsel, yakni SMAN 1 Banyuasin III, Ignatius Global School (IGS) Palembang, SMAN 7 Palembang, SMAN 1 Belitang OKU Timur, SMAN 7 Prabumulih, dan satu sekolah lainnya.

Angkat Potensi Lokal Banyuasin, Tim Smansa Bunda Riset yang beranggotakan tiga siswi kelas XI.2, yaitu Bella Riesyah Putri, Cecillia Azira, dan Titania Oktarisa, tampil memukau di hadapan dewan juri dengan membawakan esai berjudul. “Merajut Ekosistem Industri Sirkular Banyuasin”.

Pembina Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMAN 1 Banyuasin III, Triwulandari menjelaskan, bahwa judul tersebut diangkat bukan tanpa alasan. Menurutnya, Kabupaten Banyuasin sebagai salah satu lumbung pangan dan industri pengolahan terbesar di Sumsel memiliki potensi limbah industri dan pertanian yang sangat besar yang selama ini belum dikelola secara sirkular.

“Anak-anak melihat langsung di lapangan, bagaimana limbah kelapa sawit, limbah padi, dan limbah industri rumah tangga di Pangkalan Balai bisa diubah menjadi nilai ekonomi baru jika ekosistemnya dirajut dengan benar. Konsep industri sirkular inilah yang mereka tawarkan sebagai solusi pembangunan berkelanjutan untuk Banyuasin. Alhamdulillah, ide yang mereka tulis dengan riset selama hampir dua bulan ini berhasil meyakinkan juri,” jelasnyab

Ia menambahkan, persiapan tim dilakukan secara intensif. Mulai dari riset lapangan ke beberapa industri kecil di Kecamatan Banyuasin III, wawancara dengan pelaku UMKM, hingga bimbingan penulisan akademik yang dilakukan sepulang sekolah.

Mereka Bersaing Ketat di Grandfinal. Pada babak Grandfinal yang digelar secara presentasi terbuka, Bella Riesyah Putri sebagai juru bicara tim tampil percaya diri. Ia harus menjawab berbagai pertanyaan kritis dari juri yang merupakan dosen Sosiologi dan akademisi FISIP UNSRI terkait implementasi konsep industri sirkular di daerah.

“Deg-degan pastinya, karena saingan kami sekolah-sekolah besar dari Palembang. Tapi kami bawa nama Banyuasin, kami bawa data asli dari Banyuasin. Jadi kami yakin,” ujar Bella.

Kerja keras tersebut akhirnya berbuah manis. Dewan juri memutuskan Tim SMAN 1 Banyuasin III sebagai Juara 1, mengungguli IGS Palembang dan SMAN 7 Palembang yang harus puas di posisi kedua dan ketiga.

Kepala SMAN 1 Banyuasin III, Dra Rivnita melalui Waka Humas Adi Irawan, M.Pd menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Smansa Bunda Riset dan Pembina KIR. Prestasi tersebut membuktikan bahwa siswa dari daerah mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional jika diberi ruang dan bimbingan yang tepat.

“Ini adalah bukti bahwa literasi riset dan budaya menulis di SMAN 1 Banyuasin III hidup. Juara esai ini bukan sekadar piala, tapi menunjukkan kepedulian anak-anak kita terhadap pembangunan daerahnya sendiri. Sesuai dengan judulnya, mereka tidak hanya menulis, tapi merajut masa depan Banyuasin,” ungkapnya.

Prestasi ini sekaligus menjadi modal berharga bagi SMAN 1 Banyuasin III yang dalam waktu dekat akan menggelar agenda besar SMANSA BUNDA CUP IV pada 09-14 November 2026 mendatang.

Tim juara sendiri berharap, kemenangan ini dapat memotivasi adik-adik kelas untuk lebih aktif di KIR dan berani mengikuti kompetisi di luar sekolah.

“Kami dari KIR terbuka untuk siapa saja yang mau belajar riset. Jangan takut menulis,” tutup Titania.

Laporan:(Tim redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *