HANTAM Sumsel Akan Surati Ketum Parpol Hingga KPK: Buntut “Bancaan” Anggaran Fantastis Bobroknya Pimpinan DPRD Sumsel

PALEMBANG RJ Online news.com – Himpunan Aktivis Transformatif Pemuda Mahasiswa (HANTAM) Sumatera Selatan menegaskan komitmennya dalam mengawal uang rakyat dengan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan pada hari ini. Aksi ini dipicu oleh temuan rencana pengadaan fasilitas fantastis bagi pimpinan DPRD yang dinilai tidak berempati pada kondisi ekonomi masyarakat.

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), anggaran fantastis dialokasikan untuk kepentingan pribadi pimpinan, antara lain:

Meja Bilyar Rumah Dinas Ketua DPRD: Rp151.000.000.

Lampu Gantung Hias Rumah Dinas Wakil Ketua I: Rp604.664.300.

Meubelair Rumah Dinas Wakil Ketua I & III: Mencapai lebih dari Rp4,5 Miliar.

Hordeng Rumah Dinas Pimpinan: Rp200.000.000.

Calmic Hygiene Rumah Dinas Wakil Ketua III: Rp354.000.000.

Langkah Strategis HANTAM Sumsel:
Sebagai tindak lanjut dari aksi hari ini, HANTAM Sumsel menyatakan akan segera mengambil langkah hukum dan politik yang lebih luas:

Menyurati Ketua Umum Partai Politik: HANTAM akan mengirimkan surat resmi kepada Pimpinan Pusat Partai Golkar, Gerindra, NasDem, dan PDI-P untuk mengevaluasi moralitas dan integritas kadernya yang duduk di kursi pimpinan DPRD Sumsel.

Laporan ke Penegak Hukum: Segera mengirimkan berkas temuan dan desakan audit ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan serta KPK Republik Indonesia untuk menelusuri dugaan mark-up harga dan potensi penyalahgunaan anggaran.

Pernyataan Sikap:
“Kami tidak akan berhenti di jalanan saja. Kami akan mendesak para Ketua Umum Partai di Jakarta melihat bobroknya kebijakan kader mereka di daerah,” ujar koordinator aksi. HANTAM mendesak pimpinan DPRD (Andie Dinialdie, Raden Gempita, H. Nopianto, dan H.M. Ilyas Panji Alam) untuk segera meminta maaf dan mundur dari jabatan sebagai bentuk tanggung jawab moral.

HANTAM menilai rencana pengadaan ini melukai rasa keadilan publik di tengah tingginya angka kemiskinan dan keterbatasan lapangan kerja di Sumatera Selatan.

Laporan:(Toto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *